• 20

    Jul

    PERISTIWA PERISTIWA PENTING DI BULAN RAMADHAN

    Peristiwa-peristiwa Penting di Bulan Ramadlan Ramadham merupakan bulan yang isstimewa dan penuh berkah untuk kaum muslimin. Banyak peristiwa penting yang terjadi pada bulan Ramdhan. Berikut ini beberpa peristiwa yang terjadi pada bulan yang mulia ini: 1. Rasulullah menerima wahyu pertama. Rasulullah SAW mendekati umur 40 tahun beliau selalu berpikir dan merenung serta berkeinginan kuat untuk mengasingkan diri (uzlah), akhirnya dengan mempersiapkan bekal makanan dan minuman beliau menuju gua Hira yang terdapat pada gunung Rahmah sebagai tempat beruzlah yang berjarak dua mil dari kota Mekkah. Uzlah ini dilakukan tiga tahun sebelum masa kerasulan selama satu bulan Ramadhan penuh. Tatkala data Ramadhan pada tahun ke tiga dari masa uzlah, bertepatan tanggal 10 Agustus 610 M dan usia beliau gen
  • 10

    Jun

    Raden Mas Syahid (Sunan Kalijogo) bagian 2 habis

    Biasanya konflik yang terjadi di kalangan ulama - terutama ulama jaman dahulu - lebih banyak diakibatkan karena persoalan (rebutan pengaruh) politik. Tidak hanya terjadi pada era kiai - ulama masa kini, tapi sejak jaman Wali Songo-pun konflik seperti itu pernah terjadi. Bahkan sejarah Islam telah mencatat bahwa jenazah Muhammad Rasulullah SAW baru dimakamkan tiga hari setelah wafatnya, dikarenakan para sahabat justru sibuk rebutan posisi khalifah pengganti Nabi (Tarikh Ibnu Ishak, ta’liq Muhammad Hamidi). Di era Wali Songo kelompok ulama yang “diklaim” oleh NU sebagai nenek moyangnya dalam perihal berdakwah dan ajarannya, sejarah telah mencatat pula terjadinya konflik yang “fenomenal” antara Wali Songo (yang mementingkan syari’at) dengan kelompok Syekh S
  • 3

    Jun

    Raden Mas Syahid (Sunan Kalijogo) bagian 1

    Raden Mas Syahid atau uang kemudian dikenal dengan sebutan Sunan Kalijaga, adalah putra dari Ki Tumenggung Wilatika, bupati Tuban. Ada pula yang mengatakan, bahwa nama lengkap ayah Sunan Kalijaga adalah Raden Sabur, Tumenggung Wilatika. Dikatakan dalam riwayat, bahwa dalam perkawinannya dengan Dewi Saroh Binti Maulana Ishak, Sunan Kalijaga memperoleh 3 orang putra, masing-masing: R. Umar Said (Sunan Muria), Dewi Rakayuh, dan Dewi Sofiah. Di antara para Wali Sembilan, beliau terkenal sebagai seorang wali yang berjiwa besar, sseorang pemimpin, mubaligh, pujangga dan folosof. Daerah operasinya tidak terbatas, oleh karena itu beliau adalah terhitung seorang mubaligh keliling (reizendle mubaligh). Jikalau beliau bertabligh, senantiasa diikuti oleh para kaum ningrat dan sarjana. Kaum bangsawan
  • 2

    Jun

    Mbah Kiai Hamid (bagian 3 habis)

    Konon, berkali-kali Kiai Hamid ditawari mobil mercedez olah H. Abdul Hamid, orang kaya di Malang. Tapi ia selalu menolaknya dengan halus, dan untuk tidak membuatnya kecewa, Hamid mengatakan ia akan menghubunginya sewaktu-waktu membutuhkan mobil itu. Kiai Hamid memang selalu berusaha untuk tidak mengecewakan orang lain, suatu sikap yang terbentuk dari ajaran idkhalus surur (menyenangkan orang lain) seperti dianjurkan Nabi. __Misalnya, jika bertamu dan sedang berpuasa sunnah, ia selalu dapat menyembunyikannya kepada tuan rumah, sehingga tidak merasa kecewa. Selain itu, ia selalu mendatangi undangan, di manapun dan oleh siapapun. Selain terbentuk oleh ajaran idkhalus surur, sikap sosial Kiai Hamid terbentuk oleh suatu ajaran (yang dipahami secara sederhana) mengenai kepedulian sosial islam
  • 1

    Jun

    Mbah Kiai Hamid (bagian 2)

    Beliau ridha dan bersyukur kepada Allah SWT dengan segala nikmat yang dikaruniakan kepadanya Kiai Hamid menjaalani masa-masa awal kehidupan berkeluarganya tidak dengan mudah. Selama beberapa tahun ia harus hidup bersama mertuanya di rumah yang jau dari mewah. Untuk menghidupi keluarganya, tiap hari ia mengayuh sepeda sejauh 30 km pulang pergi, sebagai blantik (broker) sepeda. Sebab, kata Idris, pasar sepeda waktu itu ada di desa Porong, Pasuruan, 30 km ke arah barat Kota Pasuruan. Kesabarannya bersama juga diuji. Hasan Abdillah menuturkan, Nafisah yang dikawinkan orang tuanya selama dua tahun tidak patut (tidak mau akur). Namun ia menghadapinya dengan tabah, Kematian bayi pertama, Anas, telah mengantar mendung di rumah keluarga muda itu. Terutama bagi sang istri Nafisah yang be
- Next

Author

Follow Me

Search

Recent Post


Categories

Archive